Powered By Blogger

Minggu, 18 April 2010


Manusia Jawa

Manusia Jawa (Homo erectus paleojavanicus) adalah anakjenis Homo erectus yang pertama kali ditemukan. Pada awal penemuan, makhluk mirip manusia ini diberi nama ilmiah Pithecanthropus erectus oleh Eugène Dubois, pemimpin tim yang berhasil menemukan fosil tengkoraknya di Trinil pada tahun 1891. Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri.
Sejarah

Ketika itu, Eugène Dubois tidak berhasil mengumpulkan fosil Pithecanthropus secara utuh melainkan hanya tempurung tengkorak, tulang paha atas dan tiga giginya saja. Dan sampai saat ini, belum ditemukan bukti yang jelas bahwa ketiga tulang tersebut berasal dari spesies yang sama.[1] Sebuah laporan berisi 342 halaman ditulis pada waktu itu tentang keraguan validitas penemuan tersebut. Meskipun demikian manusia Jawa masih dapat ditemukan di buku-buku pelajaran saat ini. Fosil yang lebih lengkap kemudian ditemukan di desa Sangiran, Jawa Tengah, sekitar 18km ke Utara dari kota Solo. Fosil berupa tempurung tengkorak manusia ini ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, seorang ahli paleontologi dari Berlin, pada tahun 1936. Selain fosil, banyak pula penemuan-penemuan lain di situs Sangiran ini.[2].

Sampai temuan manusia yang lebih tua lainnya ditemukan di Great Rift Valley, Kenya, temuan Dubois dan von Koenigswald merupakan manusia tertua yang diketahui. Temuan ini juga dijadikan rujukan untuk mendukung teori evolusi Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace. Banyak ilmuwan pada saat itu yang juga mengajukan teori bahwa Manusia Jawa mungkin merupakan mata rantai yang hilang antara manusia kera dengan manusia modern saat ini. Saat ini, antropolog bersepakat bahwa leluhur manusia saat ini adalah Homo erectus yang hidup di Afrika (sekarang dianggap sebagai spesies tersendiri Homo ergaster).

Sabtu, 17 April 2010

Contoh Spesies Gajah Prasejarah

Mamut

Mamut adalah genus gajah purba yang telah punah. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada gajah normal yang ada di dunia saat ini. Gadingnya melingkar membentuk kurva ke arah dalam dan, dalam spesies utara, dengan rambut panjang. Mereka hidup dalam masa Pleistosen sejak 1,6 juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu. Kata mamut berasal dari bahasa Rusia (мамонт).

Ada kesalahpahaman bahwa mamut lebih besar dari gajah. Spesies terbesar mamut yang diketahui, Mammoth Sungai Songhua, memiliki tinggi sekurangnya 5 meter pada pundaknya. Mamut umumnya memiliki berat 6-8 ton, namun mamut jantan yang besar beratnya dapat mencapai 12 ton. Gading mamut sepanjang 3,3 meter ditemukan di utara Lincoln, Illinois tahun 2005. Sebagian besar spesies mamut memiliki ukuran sebesar Gajah Asia modern.


Mastodon

Mastadon atau mastodont (bahasa Yunani: μαστός, "puting" dan οδούς, "gigi") adalah spesies mamalia bergading besar dari genus Mammut yang ditemukan di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Amerika Tengah.[1] Mastodon Amerika adalah spesies yang terkini dan paling terkenal dari kelompok ini. Yang membingungkan, beberapa genera proboscid dari famili gomphothere memiliki nama yang agak mirip (contohnya Stegomastodon) namun mereka sebenarnya lebih berkerabat dekat dengan gajah dibanding para mastodon.Genus ini diangkat sebagai nama dari famili Mammutidae, termasuk dalam ordo Proboscidea. Fisik mereka tidak jauh berbeda dengan famili Elephantidae, termasuk mamut; tetapi, mastodon memakan dedaunan dan dahan pohon sedangkan mamut adalah perumput.



Sejarah dan distribusi

Mastodon muncul pertama kali pada 40 juta tahun silam; fosil tertuanya (Mastodon sp.) ditemukan di Republik Demokrasi Kongo. Fosil-fosilnya juga ditemukan di Bolivia, Inggris, Jerman, Belanda, Amerika Utara, Romania[2] dan Yunani Utara.

Sejarah dan distribusi

Mastodon muncul pertama kali pada 40 juta tahun silam; fosil tertuanya (Mastodon sp.) ditemukan di Republik Demokrasi Kongo. Fosil-fosilnya juga ditemukan di Bolivia, Inggris, Jerman, Belanda, Amerika Utara, Romania[2] dan Yunani Utara.

Deskripsi

Sementara mastodon memiliki ukuran dan penampilan yang mirip dengan gajah dan mamut, mereka tidak benar-benar berkerabat dekat. Gigi mereka berbeda jauh dibandingkan dengan gigi para keluarga gajah; mereka memiliki ujung lancip berbentuk kerucut pada mahkota gigi gerahamnya,[3] yang lebih cocok untuk mengunyah dedaunan ketimbang gigi bermahkota tinggi milik mamut yang berguna untuk memakan rumput; nama mastodon (atau mastodont) berarti "gigi puting" dan nama ini juga digunakan pada genus mereka.[4] Tengkorak mereka lebih besar dan datar dibanding kebanyakan mamut, dan kerangkanya lebih kekar.[5]



Weh.... Dah jadi.....

Wew.......
dah jadi juga my blog......
aduh... aduh.....
jadi laper lagi...